Lima Elemen Operasi Bisnis yang Dijalankan Perusahaan Besar - Berita Feature Generasi Muda

Lima Elemen Operasi Bisnis yang Dijalankan Perusahaan Besar

Bagi seorang pengusaha pemula kerap mencari refrensi jitu sebagai tolak ukur untuk bisnis barunya. Memang dalam posisi yang demikian, belajar dari pengusaha lain yang sudah sukses wajib hukumnya. Namun persoalannya adalah jika terlalu banyak refrensi yang jadi pijakannya nanti akan membuat pengusaha pemula itu menjadi bingung.

Alasannya jelas, setiap pengusaha sukses mempunyai taktik dan strategi jitu yang berbeda-beda. Dan itu semua dipengaruhi oleh latar belakang si pengusaha tersebut dan waktu. Soal waktu ini juga penting untuk dipahami selanjutnya, kita tidak bisa membandingkan kesuksesan pengusaha tahun 80-an dengan pengusaha tahun 2000-an. Karena zaman sudah berbeda, teknologi berbeda, sehingga alam sosialnya pun berbeda. Jadi dalam strategi bisnis juga meski memahami zamannya.

Ilustrasi Bisnis | Flickr, Altimeter, a Prophet Company
 Sekarang zaman revolusi digital, jika pengusaha tidak bisa bertransisi ke arah sana, kemungkinan besar perusahaannya akan bangkrut. Lihat saja pengusaha surat kabar, jika tidak transisi ke ranah internet, dia akan terkubur dengan gaya “kekolotannya” dalam menjalankan bisnis.

Tapi setiap pengusaha ada persamaan fundamental yang dimilikinya. Persamaan inilah yang menjadi rujukan para pengusaha pemula untuk mengaplikasinnya. Dan jika diperhatikan pengusaha kelas kakap sama-sama mengamini. Mengingat kaum kapitalis bekerja dengan eksploitasi apapun yang bisa dijadikan keuntungan bagi mereka. Mulai dari eksploitasi sumber daya manusia, sampai mengeksploitasi sumber daya alam di atas muka bumi ini.

Donal J. Trump dalam bukunya Midas Touch memaparkan lima elemen operasi bisnis sebagai berikut:

1. Produk
Kebanyakan pengusaha baru berkata, “Saya punya ide bagus untuk satu produk baru.” Sebagaimana bisa Anda lihat dari diagram segitiga bisnis owner-investor, produk mencakup bidang terkecil dalam segitiga. Meskipun produk itu penting, itu adalah integritas yang bobot pentingnya paling kecil.

Anda mungkin terkejut, tapi coba renungkan ini. Dunia penuh dengan produk hebat, tapi banyak di antaranya tidak pernah sampai ke pasar. Ataupun kalau sampai, produk-produk itu “mati” dengan cepat. Dunia tidak kekurangan ide-ide produk hebat, Anda mungkin sudah punya banyak produk hebat semacam itu. Yang kurang di dunia ini adalah pengusaha-pengusaha hebat yang mampu mewujudkan produk itu.

Kebanyakan pengusaha baru berfokus pada produk. Mereka berfokus menghabiskan seluruh waktu mereka mengasah ide dan bahkan mungkin menandatangani kontrak dengan perusahaan-perusahaan yang berjanji membimbing mereka dan mengembangkan prototipe. Ini terlalu banyak uang dan waktu. Pada akhirnya, protipe ini biasanya berakhir bukan di toko, melainkan teronggok terlupakan di kotak.

Pengusaha hebat tahu cara mengubah satu ide produk menjadi produk hebat dengan berfokus pada pembangunan segitiga bisnis owner-investor hebat. Segitiga bisnis owner-investasi bukan sekadar konsep. Itu merupakan alat yang menjadi landasan banyak pengusaha sukses untuk membangun perusahaan mereka.

Sekali lagi, perhatikan kata “fokus” dan apa yang menjadi fokus orang.

2. Legal/Hukum
Sejak awal, Robert T. Kiyosaki sudah menyadari bahwa produk tanpa perlindungan hukum adalah produk semua orang, bukan produk Anda. Ide dompet Velcro Robert berulang kali dijiplak. Kesepakatan hukum akan menciptakan hak atas kekayaan intelektual. Dalam konteks real estat Donald, kesepakatan hukum menentukan kepemilikan properti riil, hak, dan keterbatasan.

Dalam bisnis, Anda tidak bisa beroperasi tanpa kesepakatan hukum, yang sangat penting untuk menentukan dan membuat produk. Dengan paten, merk dagang, lisensi, dan kesepakatan jasa untuk jasa, perusahaan membangunan properti atau hak miliknya sendiri, yang menambahkan nilai dan perlindungan bagi perusahaan.

Tanpa tim hukum dan kesepakan hukum yang kuat, Anda akan selalu mengalami kebingungan, kekacauan, dan bahkan kejahatan. Semua itu menyita uang dan melemahkan bisnis.

3. Sistem
Bisnis adalah sistem dari banyak sistem. Memang harus demikian karena kalau tidak begitu, tidak ada bisnis yang akan bisa tumbuh melampaui kemampuan pendirinya dan mungkin beberapa tokoh kunci. Semakin besar perusahaan, bila tidak memiliki sistem yang bagus, semakin rapuh perusahaan itu.

Tubuh fisik kita, dan bahkan sebuah mobil, adalah sistem dari banyak sistem. Tubuh kita terdiri dari sistem-sistem seperti sistem kerangka, sistem saraf, sistem pencernaan, dan sistem kelenjar. Mobil memiliki sistem rem, sistem bahan bakar, sistem listrik, sistem pembuangan, dan seterusnya. Semunya memiliki fungsi spesifik dan secara ideal berpadu.

Dalam suatu bisnis, Anda memiliki sistem akuntansi, komunikasi, hukum, rantai pasokan, manufaktur, distribusi, dan banyak lainnya. Intinya, bisnis, tubuh, atau mobil mengandalkan sistemnya untuk beroperasi secara efektif. Hanya diperlukan kegagalan satu sistem untuk menghambat atau mematikan seluruh tubuh, mobil, atau bisnis.

Bayangkan bagaimana rasanya bagi seseorang yang menghabiskan dua bungkus rokok per hari untuk berlari sejauh 2,5 kilometer. Bayangkan berusaha mengembangkan satu bisnis yang dikelola para akuntan yang menolak membelanjakan uang untuk iklan karena ingin menghemat uang. Dalam semua kasus ini, kegagalan atau kerusakan satu sistem bisa menjadi bencana.

4. Komunikasi
Pengusaha haruslah menjadi komunikator hebat dan menuturkan banyak bahasa, dan kami tidak bicara tentag bahasa Prancis, Spanyol, atau Mandarin. Maksud kami adalah bahasa bisnis. Pengusaha harus mampu berbicara bahasa hukum. Mereka harus mampu bicara berbicara bahasa hukum. Mereka harus mampu bicara tentang akuntansi, real estat, pemasaran, internet, dan setiap disiplin lain dalam perusahaan mereka.

Pengusaha juga harus memahami dan belajar menuturkan bahasa pelanggan mereka. Hanya dengan begitulah pemimpin dapat melakukan percakapan yang bermakna dan membuat keputusan yang kukuh.

Apakah Anda pernah bekerja untuk perusahaan yang pemimpinnya “kosong” begitu saja dan tidak tahu apa-apa tentang apapun yang sedang Anda kerjakan? Itulah salah satu contoh pemimpin yang tidak meluangkan waktu untuk mempelajari bahasa dari bidang khusus Anda. Itu adalah kesalahan besar dalam bisnis.

Mempelajari bahasa bisnis tidaklah berbeda dari mempelajari bahasa asing. Dibutuhkan waktu dan latihan. Dan sebagaimana cara terbaik untuk mempelajari bahasa asing adalah dengan pergi ke luar negeri dan meresapi kebudayaannya, hal sama berlaku juga dalam mempelajari bahasa bisnis.

Terjunlah langsung dan mendengar serta menuturkan bahasanya. Sebagai pemimpin, pengusaha harus mendorong tim mereka untuk membina komunikasi dan pemahaman, baik di dalam maupun di luar bisnis.

5. Arus Kas
Ini kerap disebut “the bottom line” dan memang ada di dasar segitiga arus kas serupa dengan aliran darah dalam tubuh atau bahan bakar yang mengalir di dalam mobil. Tanpa uang tunai, darah, atau aliran bahan bakar, bisnis, tubuh, dan mobil bisa mengalami kebocoran bahan bakar, dan bisnis bisa mengalami pendarahan arus kas.

Seolah-olah pengusaha belum kewalahan harus bekerja sebagai pemimpin, peran lain dari pengusaha adalah memastikan ada uang tunai yang cukup mengalir ke delapan integritas (alias pengeluaran) dan tetap menjaga perusahaan mendapatkan laba. [Klickberita.com/Asmara Dewo] 

Baca juga:

Enam Teknologi Canggihnya Revolusi Keempat
NYIA, Investasi yang Mengubur Petani
Hidupilah Petani, Jangan Hidup Memanfaatkan Petani
Lima Elemen Operasi Bisnis yang Dijalankan Perusahaan Besar
0 Komentar untuk "Lima Elemen Operasi Bisnis yang Dijalankan Perusahaan Besar"

Back To Top