Ini Bahaya Membaca Berita Hoax - Berita Feature Generasi Muda

Ini Bahaya Membaca Berita Hoax

Klickberita.com – Berita hoax semakin meresahkan para netizen Indonesia, tak tanggung-tanggung, karena berita hoax yang berseliweran ini jadi saling tuduh menuduh. Berita hoax alias berita palsu ini di kalangan sebagai netizen sebagai sumber sahih untuk mencari informasi. Bisa dibayangkan jika sebuah situs yang isinya 85 persen hoax akan membodohi pembacanya setiap hari. 

Dan apabila terus berkelanjutan sampai bertahun-tahun, maka selain kebodohan yang didapatkan juga pergesekan yang semakin parah di antara kubu yang saling kontra. Dan ini tentu saja sangat berbahaya, bagi pembaca pendukung di antara kubu yang bercerai berai di negeri ini.

Ilustrasi berita hoax | Foto Shutterstock
Sudah diketahui secara umum, pendukung koalisi dan oposisi pemerintahan, mereka (fanatisme) bergerilya saling mencari pembenaran atas berita-berita yang dibacanya. Nah, situs yang menyebar berita hoax ini akan menjadi rujukan utama mereka. 

Harap diingat, penyebaran berita hoax bukan hanya kelas situs kecil saja, situs besar di negeri ini juga sudah dilabeli situs hoax oleh netizen. Bahkan mereka juga beramai-ramai memboikot situs yang dianggap hoax tersebut. Dan biasanya situs-situs kecil langsung diblokir.

Uniknya, mati satu tumbuh seribu. Semakin diblokir, semakin menjamurnya situs-situs hoax di negeri ini. Terkadang situs-situs seperti ini orentasinya uang, bukan kebenaran. Jika kita jeli membaca berita-berita yang ada di situsnya, tidak ada sumber beritanya. Misalnya sumber tokoh yang diwawancarai yang bisa dipertanggungjawabkan dalam berita tersebut. 

Lain cerita, dari situs-situs besar, mereka memainkan berita hoax dengan memanipulasi sumber berita yang dikutipnya. Misalnya saja mengutip berita dari salah satu media luar, yang kemudian diolah menjadi berita yang sesuai kepentingannya. Berita seperti ini jelas hoax. 

Sayangnya, berita hoax hanya dilabeli ke situs-situs kecil saja, situs besar dianggap maha benar dengan segala isi sumber beritanya. 

Sebenarnya berita hoax tak akan mempan bagi pembaca netizen yang bijak. Hanya saja pembaca di Indonesia ini masih minim peminat, namun senang membaca yang membuat dia senang, bukan membuat dia cerdas. Kan membaca berita hoax membuatnya senang? 

Nah, yang parahnya lagi adalah terkadang hanya membaca judulnya saja, atau membaca komentar-komentar di sebuah postingan, tanpa memahami betul isi beritanya. Namun begitu, dengan penuh semangat akan membagikan berita-berita hoax tersebut di berbagai media sosialnya.

Mungkin tipe pembaca hoax ini sesekali kalau ditanya, dia tidak akan bisa menjawab dengan baik apa isi berita yang sesungguhnya yang ia bagikan. Tapi hobinya, ya, seperti itu, membaca dan membagikan berita hoax. Membaca bukan mencari kebenaran, hanya untuk pembenaran saja.  

Lalu bagaimana cara mengetahui berita hoax atau tidak? Seperti yang sudah disinggung di atas. Setiap berita harus ada sumbernya, sumbernya inilah sebagai pijakan utama kebenaran berita yang ditulis. Nah, kalau tidak ada sudah pasti hoax. Jika mengutip berita dari situs lain, lihat juga situs yang dikutipnya, kalau sama-sama tidak ada sumbernya, maka jelas sekali hoax. 

Ingat berita Eko Patrio yang menyatakan kasus bom panci adalah pengalihan isu kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok? Nah, setelah diklarifikasi Eko ternyata berita itu hoax. Jangankan pembaca netizen, sekelas kapolri saja termakan berita hoax. Mengerikan sekali bukan, jika penegak hukum saja bisa terkecoh oleh berita hoax? Apalagi masyarakat awam, yang sesekali membaca berita.

Membaca itu memang membuka cakrawala pengetahuan, apalagi membaca dari buku-buku yang bermanfaat. Namun jangan terlalu gemar membaca di media online. Kalaupun ingin membaca berita, carilah situs yang bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Bukan hanya melempar berita hoax begitu saja, penulisnya atau wartawannya saja tidak ada dicantumkan di bawah berita. Siapa yang mau dituntut dari isi berita itu? Itulah kenapa situs-situs berita hoax tak pernah mencamtumkan nama penulisnya.

Agar tidak semakin meluas situs-situs berita yang isinya hanya hoax, boikot saja situs seperti itu. Jangan pernah berkunjung ke situs tersebut, dengan begitu, berita hoax akan semakin berkurang dan perlahan akan punah. Jangankan situs kecil, situs besar saja tumbang kalau tidak ada pengunjungnya lagi. [Asmara Dewo]

Info: Klick Berita di-update setiap Sabtu pagi. Bagi yang meng-copy paste dari situs ini, wajib mencantumkan link kami, www.klickberita.com di bawah artikel

Baca juga:
Pimred Situs Menara62: Menara62.com Akan Mengalahkan Situs Kompas dan Detik
Cara Cerdas di Media Sosial untuk Mendidik Netizen Indonesia 
Fenomena Berkata Kotor di Media Sosial, Cerminan Diri di Kehidupan Nyata

0 Komentar untuk "Ini Bahaya Membaca Berita Hoax "

Back To Top