Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tim PKM Unsrat Berdayakan Kelompok Tani Kalasey Lewat Pelatihan VCO

Foto bersama dengan warga Kalasey | Doc. Istimewa

MINAHASA — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan virgin coconut oil (VCO) kepada kelompok tani di Desa Kalasey, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Kegiatan ini memanfaatkan potensi kelapa lokal sekaligus memperkenalkan pemanfaatan VCO dalam konteks kesehatan gigi dan mulut.

Program tersebut dipimpin Rizka Wahyuni, MDSc., bersama anggota tim dosen drg. Dinar Arum Wicaksono, M.Kes., Sp.KG., dan Ni Made Nujita Mahartati, S.KM., M.Epid. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Unsrat, yakni Indrya Ulandari Ahrad, Jenan Hessel Montiley Suade, dan Deliane Mega Adiyanti.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Tani

Rizka mengatakan Desa Kalasey memiliki potensi kelapa yang cukup besar. Selama ini, sebagian hasil panen masih dijual sebagai kelapa mentah atau kopra sehingga nilai tambah yang diperoleh petani relatif terbatas.

Melalui pelatihan tersebut, kelompok tani diperkenalkan pada tahapan pengolahan kelapa menjadi VCO, mulai dari pemilihan bahan baku, proses ekstraksi dingin, menjaga kebersihan selama produksi, hingga pengemasan.

Demonstrasi pengolahan VCO | Doc. Istimewa

"Kami ingin mengubah cara pandang pengelolaan kelapa di tingkat petani. Dengan mengolahnya menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti VCO, kelompok tani dapat membuka peluang usaha baru dan memperkuat perekonomian keluarga secara mandiri," ujar Rizka.

Mengaitkan VCO dengan Kesehatan Gigi dan Mulut

Pelatihan tidak hanya membahas aspek ekonomi. Tim PKM Unsrat juga memberikan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut, termasuk kandungan asam laurat (lauric acid) dalam VCO serta pemanfaatannya dalam menjaga kebersihan rongga mulut.

Dinar Arum Wicaksono menjelaskan salah satu cara penggunaan VCO yang diperkenalkan adalah oil pulling, yakni berkumur atau mengulum minyak dalam rongga mulut. Praktik tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari edukasi kesehatan mulut, bukan sebagai pengganti kebiasaan utama seperti menyikat gigi dan pemeriksaan gigi secara berkala.

Antusiasme Peserta dan Keberlanjutan Program

Rizka Wahyuni menjelaskan manfaat VCO kepada warga Kalasey | Dok. Istimewa

Anggota kelompok tani mengikuti tahapan pembuatan VCO secara langsung selama sesi praktik. Mahasiswa Unsrat turut mendampingi peserta, terutama dalam penerapan kebersihan dan teknik pengolahan.

Tim PKM Unsrat berharap pelatihan tersebut dapat menjadi awal pengembangan produksi VCO secara berkelanjutan. Produk olahan kelapa itu diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian sekaligus memperluas pemanfaatan kelapa lokal di Desa Kalasey.

Tim PKM Unsrat menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kelompok Tani Refly Sanggel dan seluruh anggota kelompok tani yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Apresiasi juga disampaikan kepada Plt. Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Jamaludin Jompa, M.Sc.; Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat; serta Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat Dr. dr. Billy J. Kepel, M.Med.Sc.

Posting Komentar untuk "Tim PKM Unsrat Berdayakan Kelompok Tani Kalasey Lewat Pelatihan VCO"