TIM PKM UNSRAT Gelar Sosialisasi Katarak Bagi Masyarakat Lanjut Usia
Tim PKM Unsrat menyelenggarakan sosialisasi katarak | Doc. Istimewa
MANADO — Katarak tak selalu datang dengan alarm. Penglihatan perlahan berkabut, benda di kejauhan mulai samar, lalu dunia seperti diselimuti kaca buram. Banyak orang lanjut usia baru mendatangi dokter mata ketika penglihatannya sudah nyaris atau bahkan sama sekali hilang.
Kondisi itulah yang mendorong Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Klaster 2 Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado menggelar sosialisasi mengenai katarak bagi masyarakat lanjut usia. Kegiatan berlangsung di GMIM Getsemani Sario Kotabaru, Manado, Sabtu, 8 Agustus 2026, seusai ibadah jemaat.
Puluhan peserta mengikuti sosialisasi yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan mata gratis oleh tim dokter mata dari Bagian Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran UNSRAT. Peserta juga memperoleh kacamata baca secara cuma-cuma.
Para jemaat mengikuti sosialiasasi | Dok. Istimewa
Ketua Tim PKM, Dr. Anggun R.P. Layuck, SpM, mengatakan pemeriksaan mata seharusnya tidak menunggu sampai penglihatan benar-benar hilang. Terutama bagi masyarakat berusia lebih dari 50 tahun.
Menurut dia, persoalan yang sering ditemui dokter mata adalah pasien datang ketika katarak sudah berada pada stadium lanjut. Mata pasien bahkan sudah tampak putih karena lensa yang keruh.
"Katarak merupakan penyebab kebutaan utama di Indonesia, mencakup sekitar 70-80 persen kasus," kata Anggun dalam kegiatan tersebut.
Pasien yang datang ketika katarak sudah sangat matang, kata dia, bukan hanya mengalami kehilangan penglihatan. Kondisi tersebut juga dapat menimbulkan komplikasi yang membuat penanganan dan operasi menjadi lebih sulit.
Karena itu, kata Anggun, masyarakat perlu mengubah kebiasaan: jangan menunggu mata benar-benar tidak bisa melihat baru mencari pertolongan medis.
Pengetahuan Naik, Kesadaran Diharapkan Mengikuti
| Pemeriksaan terhadap para peserta | Doc. Istimewa |
Tim PKM tidak sekadar memberikan ceramah. Mereka lebih dulu mengukur pengetahuan peserta mengenai katarak melalui pre-test yang terdiri atas lima pertanyaan.
Setelah itu Anggun memberikan sosialisasi mengenai katarak, dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta. Pertanyaan yang sama kemudian diberikan kembali dalam bentuk post-test.
Hasilnya menunjukkan perubahan cukup besar. Tingkat pemahaman peserta yang sebelumnya berada di angka 59 persen meningkat menjadi 92 persen setelah sosialisasi.
Bagi tim PKM, angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa informasi mengenai katarak masih dibutuhkan masyarakat lanjut usia.
Pengetahuan, tentu saja, belum otomatis membuat seseorang berobat. Tetapi tim berharap pemahaman yang lebih baik akan mendorong masyarakat untuk memeriksakan mata lebih dini, terutama ketika mulai mengalami gangguan penglihatan.
Setelah sesi edukasi selesai, peserta menjalani pemeriksaan mata. Kegiatan sosial itu sekaligus menjadi kesempatan bagi dokter untuk menemukan gangguan penglihatan yang mungkin selama ini tidak diperiksa.
Tim yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas Dr. Anggun R.P. Layuck, SpM sebagai ketua, dr. Wenny Supit, SpM, dan Dr. Rangga Rawung, SpOT. Mereka dibantu mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran UNSRAT.
Jangan Tunggu Mata Menjadi Putih
| Foto bersama jemaat lanjut usia GMIM Getsemani Sario Kotabaru | Doc. Istimewa |
Bagi tim PKM Klaster 2, sosialisasi tersebut bukan sekadar agenda pengabdian masyarakat. Mereka ingin pemeriksaan mata menjadi bagian dari kebiasaan kesehatan masyarakat lanjut usia.
Harapannya sederhana: katarak ditemukan sebelum terlambat.
Semakin dini gangguan diketahui, semakin cepat pasien dapat memperoleh penanganan yang sesuai. Sebab, dalam urusan penglihatan, menunggu terlalu lama bisa berarti kehilangan sesuatu yang sulit dikembalikan: kemampuan melihat.
Tim PKM UNSRAT menyampaikan apresiasi kepada Plt. Rektor UNSRAT Prof. Dr. Ir. Jamaludin Jompa, M.Sc.; Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSRAT; Dekan Fakultas Kedokteran Dr. dr. Billy J. Kepel, M.Med.Sc.; Koordinator Bidang Ilmu Kesehatan Mata dr. Wenny Supit, SpM; serta Ketua BPMJ GMIM Getsemani Sario Kotabaru Manado, Pdt. Meilly Heilly Lengkong Pontoh, M.Th., atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Di tengah usia yang terus bertambah, mata tak semestinya dipaksa bekerja sampai menyerah. Memeriksakan mata lebih awal mungkin terdengar sederhana. Tetapi bagi seseorang yang mulai kehilangan penglihatan, tindakan sederhana itu bisa menjadi pembeda antara melihat dan hidup dalam gelap.
Posting Komentar untuk "TIM PKM UNSRAT Gelar Sosialisasi Katarak Bagi Masyarakat Lanjut Usia"