Mereka yang Tak Mudik di Hari Lebaran
Klickberita.com – Siapa yang tak bahagia ketika
berkumpul bersama keluarga besar saat Hari Raya Idul Fitri? Pasti kita
mendambakan bisa berkumpul dengan sanak famili di hari lebaran. Hari lebaran
bagi umat muslim di Indonesia hal yang paling ditunggu selama setahun. Karena
bisa berkumpul dengan sanak famili yang pulang merantau.
![]() |
Ilustasi Mudik | Foto Kumparan |
Bisa berkumpul dengan orang tua di Hari Raya Idul Fitri adalah
suatu kebahagiaan bagi anak rantau. Baik yang merantau karena sedang menempuh
pendidikan, atau juga yang mengadu nasib di perantauan (bekerja). Tidak ada
yang paling dirindukan selain berkumpul bersama sambil bercengkrama dengan
sanak famili.
Selain itu, yang tak kalah seru ialah soal makanan super lezat
dan kue-kue kering yang menggugah selera. Seperti opor ayam, lontong, rendang,
ketupat dan segala macam masakan khas lebaran. Yang terkadang hanya disajikan
pada lebaran Idul Fitri.
Tapi terkadang harapan tak sesuai dengan isi dompet. Banyak
juga anak rantau yang justru tak mudik ke kampung halamannya, terkendala oleh
ongkos pulang kampung yang membuat kantong jebol.
Belum lagi seperti mahasiswa yang hidup pas-pasan di rantau,
yang penting bisa kuliah dan terpenuhi untuk makan sehari-hari itu saja sudah
cukup. Apalagi bisa pulang kampung dua kali dalam setahun itu sudah sangat syukur.
Bahkan ada juga yang pulang kampung saat menamatkan studinya saja.
Bayangkan untuk ongkos naik pesawat saja di musim mudik
Lebaran Idul Fitri bisa sampai Rp.2.500.000 - Rp. 4.000.0000 untuk sekali
penerbangan, belum nanti baliknya lagi. Bisa pulang-pergi kurang lebih Rp.
5.000.0000. Cukup besar, ya, guys?
Uang segitu bisa untuk hidup beberapa bulan dan bisa
mencukupi kebutuhan kuliah. Maka tak heran para mahasiswa yang enggan pulang sebab
tidak mau membebani orangtuanya. Insyaallah jika umur panjang akan berkumpul
bersama-sama lagi.
Lain lagi dengan yang merantau untuk mengadu nasib. Mungkin
banyak sekali pertimbangan untuk mudik di saat moment Lebaran Idul Fitri.
Selain penghasilan yang tak seberapa untuk pulang kampung, belum lagi anggapan
kalau orang yang pulang dari perantauan itu sudah sukses dan pasti banyak duit.
Maka tak heran banyak sanak saudara yang minta THR. Duh,
kalau tak dikasih bagimana coba? Tidak mungkin jadi orang pelit di saat lebaran?
Apalagi kalau mintanya banyak. Pusing kepala, hahaha
Banyak juga diantara yang bekerja di perantauan memilih tidak
pulang kampung. Bukan karena tidak rindu, tidak sayang, atau apalah namanya.
Tapi karena kondisi keuangan belum stabil. Lebih baik tidak pulang kampung sama
sekali. Walaupun alunan takbir berkumandang memilukan hati. Pastinya kalau ingat
kampung halaman, ya, ingat Ayah dan Ibu.
Hari lebaran Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi umat
muslim di seluruh dunia. Walaupun banyak juga anak rantau tak pulang kampung,
tapi doa dari rantau selalu dipanjatkan. Insyaallah bila umur panjang dan
rezeki lebih, tahun depan bisa pulang kampung dan bisa bertemu dengan sanak
famili. Selamat lebaran 2017/1438 hijriah, mohon maaf lahir dan bathin.
Yogyakarta, 21 Juni 2017
Rizka Wahyuni
Posting Komentar untuk "Mereka yang Tak Mudik di Hari Lebaran"