Keeksotisan Ngarai Sianok di Tanah Minangkabau - Berita Feature Generasi Muda

Keeksotisan Ngarai Sianok di Tanah Minangkabau

Klickberita.com – Indonesia adalah negara yang kaya akan keindahan alamnya. Mulai dari Sabang sampai Merauke terbentang keindahan alam yang begitu menakjubkan. Begitu juga dengan daerah Sumatera Barat. Salah satunya di Kota Bukittinggi. Contohnya saja yang sangat terkenal dengan Jam Gadang, Lobang Jepang, dan tempat wisata bersejarah lainnya di Bukittinggi. 

Selain itu, Bukittinggi juga sangat terkenal dengan keindahan alamnya. Salah satunya adalah Ngarai Sianok yang cukup terkenal di kelahiran Bung Hatta tersebut. Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan Kota Bukittinggi, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Ngarai Sianok, Bukittinggi, Sumatera Barat | Foto Klick Berita, Rizka Wahyuni
Ngarai Sianok yang kedalam jurangnya sekitar 100 meter ini membentang sepanjang 15 Km dengan lebar 200 meter. Di bawahnya ada sebuah sungai, bahasa minangnya disebut “Batang Sianok”. Batang dalam bahasa Minangkabau yang artinya sungai. Saat saya kesini beberapa waktu lalu, banyak sekali yang sudah ditata rapi. Pada bagian tepi Batang Sianok sudah disusun bebatuan yang tersusun apik.

Baca juga di asmarainjogja:
Great Wall, Inilah Tembok Besarnya Bukittinggi  
Jam Gadang Yang Selalu Dirindukan  

Jalan di bagian tepi sudah diberi semen permanen, sehingga bagi kamu yang suka berolahraga, seperti jogging bisa di Ngarai Sianok. Menyehatkan tubuh sembari menikmati lukisan alam yang sangat indah dengan alunan gemercik air yang mengalir, tentu sangat menyenangkan, bukan? 

Air sungai di Ngarai Sianok begitu jernih dan sejuk | Foto Klick Berita, Rizka Wahyuni
Air yang mengalir di Batang Sianok sangat bersih. Untuk menuju ke Ngarai Sianok, bisa melewati dari pintu masuk Great Wall. Sekitar 200 meter dari pintu masuk, ada sebuah jembatan gantung yang menghubungkan ke Great Wall. Pada saat di tengah-tengah jembatan gantung tersebut, kamu bisa menyaksikan Ngarai Sianok yang begitu indah. Pada pagian tebing yang terbentuk alami sejak puluhan tahun silam. 

Aliran dari Batang Sianok yang berliku-liku, bak ular yang sedang berjalan. Di tambah sejuk udara sekitar yang menyejukkan kalbu, wihh.. tentu sangat seru sekali. Kamu bisa menghirup udara segar disini karena masih banyak pepohonan hijau yang menjulang tinggi. 

Jembatan Gantung Ngarai Sianok | Foto Klick Berita, Rizka Wahyuni
Di jembatan gantung tersebut, kamu juga bisa mengabadikan foto Ngarai Sianok yang menabjubkan. Saat saya kesana meliput, saya hanya sendirian. Untuk mengabadikan moment seperti ini, saya menyempatkan diri untuk ber-selfie. 

Tapi harus juga memperhatikan keselamatan saat ber-selfie. Karena berada tepat di tengah-tengah jembatan gantung yang minimal bisa dilalui sebanyak sepuluh orang saja. 

Puas mengabadikan foto, akhirnya saya melanjutkan untuk menelusuri Batang Sianok untuk sekedar bermain air dan menyentuh dinginnya air Batang Sianok. Saya melewati jalan setapak menuju Batang Sianok. Setelah melewati jembatan gantung. Untuk menuju ke bawah atau ke Batang Sianok, ambil jalur kanan dan ikuti jalan setapak. 

Saat melewati jalan setapak, haruslah berhati-hati. Banyaknya batu kerikil, tanjakan dan jalan yang menurun. Sampai di bawah, terlihat ada beberapa keluarga yang sedang menikmati indahnya Ngarai Sianok sembari bercengkrama satu dengan yang lainnya. Ada juga satu keluarga yang sedang asyik bermain air di batang sianok.

Eksotisme Ngarai Sianok | Foto Klick Berita, Rizka Wahyuni
Ngarai sianok salah satu tujuan berlibur bagi keluarga. Karena udaranya yang sejuk dan begitu nyaman di sini. Biasanya setiap hari minggu atau hari libur banyak sekali pengunjung yang datang kesini. Rasanya saya betah sekali untuk berlama-lama disini. Sejauh mata memandang terdapat Ngarai Sianok yang begitu eksotis dan gemercik air yang menentramkan hati. Sekitar lima belas menit disana. Saya memutuskan untuk kembali  pulang ke rumah paman.

Baca juga:
Menjejaki Goa Jepang, Mengenang Sejarah di Tanah Minang 
Eksotisme Lubang Sewu Tak Terlihat Akibat Genangan Air Waduk Wadaslintang 

Nah, bagi kamu yang datang ke sini, untuk masuk ke wilayah Ngarai Sianok tidak dipungut biaya apapun, alias gratis. Sangat menyenankan, bukan? Jangan lupa kalau ke Bukittinggi, sempatkan berkunjung ke Ngarai Sianok.

Ngarai sianok cukup dekat dengan pusat Kota Bukittinggi. Sekitar 300 meter dari Jam Gadang, dan lebih kurang 100 meter dari Lobang Jepang. Semoga kelak kelestarian dari Ngarai Sianok ini tetap terjaga. Agar anak cucu kita bisa menikmati Ciptaan Tuhan yang begitu indah ini. Semoga saja ya sahabat travel. [Padusi Hijab/Rizka Wahyuni]

Info: Klick Berita di-update setiap Sabtu pagi

Tonton video terbaru asmarainjogja, Katon Bagaskara di festival Gunung Sewu:

Tarian Talang Kencono yang memeriahkan festival Gunung Sewu:

2 Komentar untuk "Keeksotisan Ngarai Sianok di Tanah Minangkabau"

Haduh keindahan alamnya kok jadi rusak oleh adanya konstruksi seperti selokan. Mudah-mudahan ini hanya sebagian kecil saja atau salah dalam pengambilan potretnya.

Memang seperti itu bentuknya, Brother. Nggak ada yang merusak kok.

Back To Top