Tim PKM UNSRAT Berdayakan Keluarga Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir
| Tim PKM Unsrat Foto bersama dengan para peserta di Gereja GMIM Alfa Omega Kumaraka Dalam, Rabu (16/9/2026). |
Manado — Pengetahuan keluarga menjadi salah satu kunci dalam mengenali kondisi bayi baru lahir yang membutuhkan pertolongan segera. Hal inilah yang mendorong Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Klaster 2 Universitas Sam Ratulangi menggelar kegiatan pemberdayaan keluarga di Gereja GMIM Alfa Omega Kumaraka Dalam, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Keluarga dalam Meningkatkan Kemampuan Deteksi Dini dan Respons Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir” ini dilaksanakan oleh tim dari Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sam Ratulangi. Tim terdiri atas ketua kegiatan, Ns. Khairun Nisa, M.Kep., bersama anggota Ns. Septriani Renteng, M.Kep., Sp.Kep.Kom dan Ns. Susi Roida Simanjuntak, M.Kep.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterlibatan keluarga dalam menjaga keselamatan bayi, khususnya pada masa awal kehidupan. Keluarga merupakan pihak yang paling dekat dengan bayi sehingga kemampuan mengenali perubahan kondisi bayi sejak dini menjadi hal yang penting. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga mengambil keputusan yang tepat ketika bayi menunjukkan tanda-tanda yang membutuhkan pertolongan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai tanda bahaya pada bayi baru lahir serta tindakan yang perlu dilakukan apabila tanda tersebut ditemukan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa keperawatan. Peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai kondisi bayi baru lahir yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang kami harapkan bukan hanya keluarga mengetahui tanda bahaya pada bayi, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan ketika menemukan tanda tersebut. Kecepatan keluarga dalam mengambil keputusan untuk mencari pertolongan dapat menjadi bagian penting dalam mencegah keterlambatan penanganan,” ujar ketua tim kegiatan, Ns. Khairun Nisa, M.Kep.
Keterlibatan mahasiswa juga terlihat dalam proses pendampingan peserta selama kegiatan. Mahasiswa membantu tim dalam berinteraksi dengan peserta, membagikan media edukasi, mendampingi proses pengisian evaluasi, serta membantu menciptakan suasana diskusi yang lebih interaktif.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa informasi yang diberikan membantu keluarga menjadi lebih waspada terhadap kondisi bayi baru lahir. Menurutnya, selama ini beberapa perubahan pada bayi terkadang dianggap sebagai kondisi biasa karena kurangnya pengetahuan mengenai tanda-tanda yang perlu mendapatkan perhatian.
“Kami jadi lebih tahu bahwa ada kondisi tertentu pada bayi yang tidak boleh dianggap biasa. Informasi seperti ini penting karena keluarga yang pertama kali melihat perubahan pada bayi,” ungkap salah seorang peserta.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sesi tanya jawab dimanfaatkan peserta untuk mengklarifikasi berbagai kondisi bayi baru lahir yang sering menjadi perhatian keluarga. Diskusi tersebut juga menjadi kesempatan bagi tim dan mahasiswa untuk memberikan penjelasan mengenai pentingnya tidak menunda pencarian pertolongan ketika ditemukan tanda bahaya pada bayi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Tim PKM Universitas Sam Ratulangi berharap kegiatan pemberdayaan ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan mendorong peningkatan peran masyarakat dalam menjaga kesehatan bayi baru lahir.
Posting Komentar untuk "Tim PKM UNSRAT Berdayakan Keluarga Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir"